Sambut Ramadan, Pemerintah Kecamatan Kebonarum Pantau Kesiapan Tradisi Padusan di Sejumlah Umbul
KEBONARUM — Guna memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat yang menjalankan tradisi menyambut bulan suci Ramadan, Pemerintah Kecamatan Kebonarum menggelar kegiatan monitoring intensif di sejumlah objek wisata mata air (umbul) di wilayah setempat 17/02.
Langkah proaktif ini diambil mengingat wilayah Kebonarum merupakan salah satu destinasi utama tradisi padusan—ritual mandi menyucikan diri—bagi masyarakat Kabupaten Klaten dan sekitarnya. Adapun objek wisata yang menjadi sasaran pemantauan langsung meliputi Umbul Brondong, Umbul Brintik, Umbul Betek, dan Umbul Pluneng.
Kegiatan monitoring ini dipimpin langsung oleh jajaran Pemerintah Kecamatan Kebonarum dengan menggandeng unsur siber gabungan dari TNI (Koramil), Polri (Polsek), jajaran relawan lokal, serta pihak pengelola masing-masing umbul. Tim gabungan menyisir area wisata untuk mengecek langsung kesiapan teknis di lapangan.
"Monitoring ini kami lakukan guna memastikan kegiatan tradisi padusan yang rutin dilaksanakan masyarakat menjelang bulan suci Ramadan dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Kami juga ingin memantau sejauh mana kesiapan pengelola dalam memberikan pelayanan terbaik kepada pengunjung," ujar perwakilan Pemerintah Kecamatan Kebonarum.
Fokus pada Keselamatan dan Kenyamanan Pengunjung
Dalam peninjauan tersebut, aspek keselamatan dan kenyamanan menjadi prioritas utama. Tim gabungan melakukan pengecekan mendalam terhadap beberapa titik krusial, di antaranya:
Akses dan Fasilitas: Kondisi luasan area parkir dan pengaturan alur keluar-masuk pengunjung untuk mengantisipasi kemacetan.
Fasilitas Umum: Kelayakan dan kebersihan toilet, ruang ganti, serta tempat ibadah.
Standar Keselamatan: Kesiapan tim penyelamat (lifeguard), posko kesehatan, serta penerapan standar keselamatan di area kolam mata air.
Imbauan untuk Menjaga Ketertiban Bersama
Pemerintah Kecamatan Kebonarum turut memberikan imbauan tegas kepada para pengelola untuk konsisten menjaga aspek kebersihan lingkungan dan tidak mengabaikan daya tampung maksimal (kapasitas) demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Di sisi lain, para pengunjung yang datang dari berbagai daerah juga diharapkan dapat bekerja sama secara kooperatif. Kesadaran untuk tetap menjaga ketertiban, mematuhi aturan tertulis di area wisata, serta tidak membuang sampah sembarangan menjadi kunci suksesnya pelaksanaan tradisi tahunan ini.
Dengan adanya pengawasan yang ketat dan sinergi dari seluruh elemen ini, tradisi padusan diharapkan tidak hanya berjalan sebagai momentum spiritual, tetapi juga mampu terus dilestarikan sebagai bagian dari kekayaan kearifan lokal masyarakat Klaten yang aman dan mendukung geliat sektor pariwisata daerah. (Humas)
What's Your Reaction?





